Mengapa baca Al Qur an walau tak mengerti artinya Cetak
Ditulis oleh No Name   
Minggu, 07 Desember 2008 06:25



Seorang Muslim tua Amerika bertahan hidup di suatu perkebunan di
suatu pegunungan sebelah timur Negara bagian Kentucky dengan cucu
lelakinya yg masih muda. Setiap pagi Kakek bangun lebih awal dan
membaca Quran di meja makan di dapurnya.


Cucu lelaki nya ingin sekali menjadi seperti kakeknya dan mencoba
untuk menirunya dalam cara apapun semampunya. Suatu hari sang cucu nya
bertanya, " Kakek! Aku mencoba untuk membaca Qur ' An seperti yang
kamu lakukan tetapi aku tidak memahaminya, dan apa yang aku pahami aku
lupakan secepat aku menutup buku. Apa sih keb ai kan dari membaca Qur
' An?


Dengan tenang sang Kakek dengan meletakkan batubara di tungku pemanas
sambil berkata , " Bawa keranjang batubara ini ke sung ai dan bawa
kemari lagi penuhi dengan ai r."


Maka sang cucu melakukan seperti yang diperintahkan kakek, tetapi
semua ai r habis menetes sebelum tiba di depan rumahnya.


Kakek tertawa dan berkata, "L ai n kali kamu harus melakukukannya
lebih cepat lagi," Maka ia menyuruh cucunya kembali ke sung ai dengan
keranjang tsb untuk dicoba lagi. Sang cucu berlari lebih cepat, tetapi
tetap, lagi2 keranjangnya kosong sebelum ia tiba di depan rumah.
.

Dengan terengah-engah, ia berkata kepada kakek nya bahwa mustahil
membawa ai r dari sung ai dengan keranjang yang sudah bolong , maka
sang cucu mengambil ember sebag ai gantinya.

Sang kakek berkata, " Aku tidak mau satu ember ai r ; aku hanya mau
satu keranjang ai r.


Ayolah, usaha kamu kurang cukup," maka sang kakek pergi ke luar pintu
untuk mengamati usaha cucu laki-lakinya itu. Cucu nya yakin sekali
bahwa hal itu mustahil, tetapi ia tetap ingin menunjukkan kepada kakek
nya, biar sekalipun ia berlari secepat-cepatnya, ai r tetap akan
bocor keluar sebelum ia samp ai ke rumah.
"

Sekali lagi sang cucu mengambil ai r ke dalam sung ai dan berlari
sekuat tenaga menghampiri kakek, tetapi ketika ia samp ai didepan
kakek keranjang sudah kosong lagi. Sambil terengah-engah ia berkata, "
Lihat Kek, percuma!" " Jadi kamu pikir percuma?"
.

Kakek berkata, " Lihatlah keranjangnya. " Sang cucu menurut, melihat
ke dalam keranjangnya dan untuk pertama kalinya menyadari bahwa
keranjang itu sekarang berbeda. Keranjang itu telah berubah dari
keranjang batubara yang tua kotor dan kini bersih, luar dalam. "


"Cucuku, hal itulah yang terjadi ketika kamu membaca Qur ' An. Kamu
tidak bisa memahami atau ingat segalanya, tetapi ketika kamu membaca
nya lagi, kamu akan berubah, didalam dan diluar dirimu .
Pemutakhiran Terakhir ( Minggu, 07 Desember 2008 17:03 )