| Tentang ASI |
|
|
|
| Ditulis oleh No Name |
| Sabtu, 15 November 2008 12:17 |
|
Tentang ASI ( Tanya jawab)
. 1)Benarkah dengan saya memberi ASI maka saya akan kekurangan gizi bila saya tidak konsumsi vitamin seperti contohnya saya sebagai ibu menyusui bisa kekurangan Calsium bila menyusui anak saya tanpa memiliki pola makan yang sehat? Sementara saya bekerja dan hanya menyusui anak saya di malam hari menjelang tidur dan terkadang sampai pagi kemudian saya lanjut kerja. Saya memang tidak banyak makan, biasanya saya makan junk food sebagai makan siang atau makanan warteg seperti nasi dengan ikan tongkol atau ikan lele tambah sedikit sayur sop, selanjutnya saya makan sore dengan menu yang tidak jauh berbeda, maklum waktu saya singkat utk istirahat krn saya sibuk bekerja, malam hari saya pulang jam 9 malam bahkan terkadang jam 12 malam kemudian saya tidak lanjut makan malam.
 JAWABAN : Tidak benar jika ibu menyusui akan kekurangan kalsium jk tdk mengonsumsi vitamin! Kebutuhan nutrisi, termasuk vitamin dan kalsium, ada ukurannya. Vitamin/kalsium hanya diperlukan dlm prosentase kecil o/ibu menyusui dan ini bisa didapatkan lewat asupan makanan sehari2! Bahkan susu bagi ibu menyusui pun tidak ibu butuhkan sejauh ibu memiliki pola makan yg baik. Jgn mau dibodohi o/iklan atau paket komunikasinya! Yg penting dilakukan yaitu 'menguatkan diri' u/mengubah pola makan dg mengubah kebiasaan makan siang junk food dg lele (yg kaya akan protein!) dan jenis makanan lainnya. Tidak semua makanan warteg itu buruk loh. Makanan cepat saji yg berlabel internasional dan t4nya keren itu justru sarang penyakit krn rata2 termasuk 'deep fried', yg berkadar kolesterol atau lemak jenuh tinggi dan rendah serat! Hanya ibu yg berstatus HIV + dan kurang gizi plus mengidap TBC yg dilarang u/menyusui anaknya. Itu pun u/negara2 spt Afrika, dimana ibu atau keluarga tdk mampu u/memberikan susu formula sbg pengganti ASI, menyusui dapat dilakukan bg ibu dg status HIV +. Â
Jika benar2 masih ingin menyusui bayinya dan ingin hidup sehat sebagai perempuan jangan pernah jadikan kesibukan sebagai penghambat u/berpola makan sehat. Boleh2 aja ber-junk food-ria tapi hanya sesekalilah.
2)Apakah kesibukan dan pola makan saya tidak mendukung sebagai ibu menyusui sehingga saya harus berhenti menyusui anak saya? sementara saya ingin menyusui anak saya sampai usia 2thn Â
 JAWABAN: Kesibukan bukanlah penghalang seorang ibu u/menyusui anaknya krn ibu bisa mengelola pemerahan ASInya dan kmd menyimpannya dengan baik. Hasil perahan ASI jk disimpan di tempat terbuka (dibiarkan dlm wadah terbuka dan tidak dimasukkan ke dalam kulkas atau freezer) akan tahan selama 3 jam. Sementara jika disimpan di dlm kulkas akan tahan selama 3 hari. Tapi jika disimpan di dlm freezer dpt bertahan smp 3 bulan! Nah, jika ASI yg disimpan di lemari pendingin ingin diberikan kepada anak/bayi mk ASI tsb 'dihangatkan' dengan cara wadahnya (yg berisi ASI td) direndam dlm baskom/wadah berisi air hangat/panas. Hantaran panas tsblah yg diharapkan u/memanaskan/menghangatkan ASI yg tlh dingin td. Olehkarenanya, u/ASI yg disimpan di dlm freezer dibutuhkan waktu yg lbh lama u/dihangatkan. U/itu sangat penting menyantumkan tanggal dan jam pemerahan ASI dilakukan di wadah t4 ASI disimpan shg bisa diketahui batas kadaluarsanya. Saat melakukan pemerahan ASI tangan ibu dan puting susu harus dibersihkan terlebih dahulu. Yg mana hal ini menjadi bagian dari higienitas personal rutin sebenarnya. Tentu saja pola makan ibu akan memiliki arti penting bagi keberlangsungan menyusui meskipun hal ini tidak berarti si ibu, yg dlm contoh disini memiliki pola makan yg kurang baik, tidak boleh menyusui bayinya lagi. Penting diingat bagi para perempuan yg sedang menyusui u/pertama-tama menjaga kebutuhan gizinya terlebih dahulu. Yg perlu diubah yaitu pola pikir dlm memberikan asupan gizi bagi dirinya sendiri dan ini bisa ketika sang ibu menanamkan ke benaknya bhw dia bisa mengubah pola makannya!  Jadi, kesimpulannya yaitu teruskanlah menyusui bayinya sampai 2 tahun dan perbaiki pola makan.   Semoga membantu.  Dr ..Evi Douren         |


